Monday, October 10, 2016

BADAR adalah KITA

    BADAR adalah KITA

Bagi kami,,BADAR itu adalah perintis.
Perintis jalan kemungkinan bagi kami untuk berkarya dlm dunia politik.
Dengan majunya Bahktiar Ahmad Sibarani bersama Darwin Sitompul sebagai calonkada dalam pilkada Tapanuli Tengah,,membuktikan bahwa,sebagai putera daerah yg hanya berkecimpung di daerah Tap-Teng,,KITA BISA…!!
Kita bisa bermimpi,anak anak kita bisa bercita cita,,dan kita semua warga yg berdomisili dan mendedikasikan kesehariannya dibumi Tapanuli Tengah,,
bisa mengikuti langkah mereka,,berinovasi dan membangun ide ide kreatif,untuk memimpin dan melaksanakan pembangunan fisik dan mental daerah kita sendiri.

Kita tahu,,UU Otorita Daerah telah membuka peluang untuk kita semua.
Kita berhak dan harus siap bertanggungjawab atas kemaslahatan dan kesinambungan kesejahteraan hidup di daerah kita sendiri.
Tak mesti merantau atau mengadopsi cara cara dan budaya mereka yg diluar sana.
Karena kita pun memiliki cara hidup dan budaya yg terbukti membuat kita dikenal di negara ini.
Bahkan di tingkat internasional sekalipun,,dgn kemajuan tehknologi dan akses informasi yg ada saat ini,,kita bisa menyuarakan bahwa kita bisa berdiri dgn kaki kita sendiri.

BADAR adalah yg pertama sejak era reformasi.
BADAR adalah bukti bahwa selama ini kita tidak hanya diam dan menerima penggerusan pada rasa cinta dan bangga pada apa yg kita sebut kultur dan budaya kita di masyarakat Tapanuli Tengah.

Dengan mendukung BADAR,,
Memenangkan BADAR dalam pilkada serentak Tapanuli Tengah 2017,
Dengan menjadi bahagian dari penghantar BADAR menuju TAPANULI TENGAH 1 periode 2017-2022 mendatang,,kita telah membuktikan bahwa masyarakat Tapanuli Tengah bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.

Sukses BADAR

#BadarSaja

Saturday, September 17, 2016

BADAR (Bahktiar-Darwin)


Putera terbaik Tapanuli Tengah BADAR,,yg saat ini memutuskan akan turut berpartisipasi dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (bupati) periode 2017 - 2022 yg akan digelar pada medio Februari 2017 mendatang,,dimana Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah yg mendapat giliran dalam program Pilkada serentak yg dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi/JK.

Pasangan ini berangkat dari latar belakang politik dan merupakan politikus senior di Tapanuli Tengah.
Baik calon Bupati “Bahktiar Ahmad Sibarani” maupun calon Wakil Bupati “Darwin Sitompul” adalah anggota aktif DPRd Tapanuli Tengah.

Bahktiar Ahmad Sibarani yg akrab disebut BAS ini,,adalah Ketua umum DPC Partai HANURA Tapanuli Tengah,,dimana dlm keanggotaannya di gedung DPRd Tap-Teng sat ini adalah yg kedua kalinya (periode 2009-2014 dan 2014-2019) dan saat ini beliau menjabat sebagai Ketua DPRd.

Sedangkan Darwin Sitompul adalah kader partai Gerindra,yg jg telah dua periode menjadi anggota DPRd Tap-Teng (2004-2009 / 2014-2019),,yg menjabat sebagai ketua Fraksi Gerindra di gedung DPRd Tap-Teng saat ini.

Baik BAS maupun Darwin Sitompul,,adalah putera daerah yg mendedikasikan aktifitas kesehariannya di bumi Tapanuli Tengah.
Berdomisili di Tapanuli Tengah, dan berbaur di tengah masyarakat Tapanuli Tengah.
Lingkungan masyarakat Tapanuli Tengah adalah dunia yg membesarkan keduanya.Mereka dididik dan ditempa oleh budaya dan cara hidup masyarakat Tapanuli Tengah.
Karenanya mereka sangat faham dan mengerti apa itu Tapanuli Tengah,dengan sejuta persoalan dan berbagai permasalahan berkepanjangan tak kunjung teratasi.

Dalam perjalanan karier politiknya, pasangan yg mendeklarasikan diri dgn jargon “BADAR” (BAHKTIAR-DARWIN) utk maju sebagai Calonkada Tap-Teng ini telah melihat,,mempelajari dan memahami apa saja yg jadi permasalahan dan persoalan di birokrasi SKPD Tap-Teng.
Dan,,tentu saja telah membuat konsep rencana sebagai solusi yg tepat utk mengurai dan menyelesaikan semua itu,,utk mencapai tujuan pembangunan secara utuh sebuah daerah yg menjadi bahagian dari program kerja Pemerintahan Negara Indonesia,,sesuai yg diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Adalah LAYAK dan sangat PANTAS kedua calon pemimpin ini diberi kepercayaan oleh warga Tapanuli Tengah untuk membuktikan bahwa apa yg telah mereka rencakan itu akan mengubah “wajah” Tap-Teng kearah yg lebih baik.
Menjadi lebih baik dalam segala hal.
Karena bagaimanapun jg,,yg memahami medan dan situasi-lah yg paling mengerti apa sesungguhnya yg dibutuhkan utk perbaikan,,pemanfaatan dan pengembangan potensi satu daerah.
Tak ada yg bisa mumungkiri itu.

BADAR,,semoga berjaya dalam Pilkada Tapanuli Tengah, February 2017 mendatang.


^

Friday, July 24, 2015

JANGAN SANGKA TOMBOL WINDOWS ITU TIDAK BISA APA-APA! 

1. Kalau kamu mau meninggalkan mejamu sebentar, kamu bisa menekan tombol Windows dan tahan kemudian tekan L, dengan begini layar kamu akan terkunci dengan sendirinya, tidak perlu khawatir ada yang menyalahgunakan komputermu.

2. Ketika mau cari dokumen, orang biasa akan membuka "my computer". Bagi professional, dia akan menekan tombol windows+E, dan kamu akan langsung masuk ke PC Manager.

3.Wndows+D, layar akan  ke dekstop

4.Wndows +tab, layar brganti menjadi 3D

5. Alat perekam di dalam windows. Tekan saja windows+R dan ketik psr.exe, setelah itu kamu bisa langsung memulai rekaman.

6. Windows +R dan masukan osk, layar kamu akan muncul keyboard virtual!

7. Gambar / tulisan di layar terlalu kecil, tekan windows ditambah "+" atau"-" ,dan kaca pembesar akan muncul di layar, kamu bisa memperbesar atau memperkecil gambar di layar!

8. Sekarang ini computer kita banyak program, contohnya ID, dan kita akan membuka banyak halaman di browser kita. Dengan ctrl+Tab, kamu bisa menukar halaman di browsermu. Dan tekan ctrl+w, kamu bisa langsung menutup halaman yang sedang dibuka.

9. Ctrl+Esc memunculkan layar Start

10. alt+space+c menutup halaman yang sedang dibuka.

Semoga Bermanfaat.


Tuesday, June 23, 2015

Gersang Tiada Tepi

Mengerti tentang TAQDIR
Faham akan HAMBA
Bahkan tahu apa itu WAJIB
Tapi enggan memaknai IMAN,,
walau menolak sadar tak beriman...

Adalah keRAGUan yg terpelihara
Bila melihat DUNIA dengan keangkuhannya
Anggap ini bukan MILIK sesiapa
Kerdilkan yakin akan kuasa ALLAH..

Jelang senja..
Kutatap gersang sejauh langkah
Sesal itu kemudian ada

Dalam buta kuraba arah
Hanya debu terasa

ILAHI RABBI
"tolong basuh jiwa yg hina"

AMIIN....ya ROBBAL ALAMIIN..

Saturday, June 13, 2015

RAJA


Raja,,
Dalam istilah Batak bukanlah raja sperti dalam pengertian harfiah melayu.
Walau pada beberapa situasi (umumnya terjadi pada zaman dulu) bisa berarti sama.

Namun pada hakikatnya,,Raja pada tradisi Batak adalah Pria yg sudah berkeluarga..(Menikah)

Lho,,kok bisa..??

Begini sob..
Jika seorang pria Batak sudah menikah,,dia diwajibkan membangun satu rumpun kekerabatan sendiri sebagai bagian dari kebesaran silsilah kekerabatan turun temurun,,yg disebut Marga.
Dimana komponen terpenting dari rumpun itu adalah
1) Dongan Tubu
2) Boru
3) Hula-hula

Setelah pernikahan terjadi,,dgn sendirinya komponen itu tercipta.
Nah,,tugas si-Raja baru ini adalah memelihara,,mengembangkan,,dan meninggikan derajat rumpunnya ini di tengah Dongan Sahuta (masayarakat)

Kesuksesan seorang pria Batak dalam kehidupannya akan diukur dari keberhasilannya menselaraskan ketiga komponen kerajaannya tersebut.

Dia akan dgn senang hati oleh masayarakat umum di sebut.."Raja na pinarsangapan (lelaki terhormat)"..

Tapi sesungguhnya itu tidaklah mudah..
Tidak segampang melakukan invasi senjata ke daerah tertentu,,atau mengumpulkan uang untuk membeli pulau tertentu..

Karena itu butuh pemahaman tradisi yg sempurna,,keikhlasan hati dalam menjalankan smua tuntutan tradisi serta kepekaan perhatian pada stiap kondisi yg terjadi didalam rumpun kerajaannya tersebut.

Hehe..
Musuh terberat manusia,,adalah diri sendiri..!!


Somba marHula-Hula...(santun,,hormat dan tanggap atas peninggian mertabat seluruh kelompok yg tergolong dalam Hula-hula)

Elek marBoru...(Berwelas asih dan selalu menjaga perasaan setiap anggota yg terdata sbagai Boru-Bere)

Manat marDongan Tubu...(Hati-hati dalam menyikapi setiap kondisi yg ada pada Dongan Tubu)

Jika itu terjalin dgn sempurna..
Niscaya,,keRAJAan itu telah menjadi kerajaan yg sesungguhnya..dgn teritorial yg luas,,rakyat yg sejahtera,,dan hukum yg adil..

Tapi...
Kunci awalnya..adalah MARANAK-MARBORU...
Maksut e..punya keturunan..anak laki-laki dan perempuan..!!
Utamanya..LAKI-LAKI..(Yg akan mewarisi tradisi,,tentunya)...sebagai penerus silsilah untuk kebesaran dan perkembangan keRAJAan,,hingga akhir zaman..

Kita sering mendengar istilah 'Raja Sehari' pada pesta pernikahan.
Dalam tradisi pernikahan Batak,,istilah itu tidak dapat digunakan.Karena,,jika seorang pria Batak menikah,,ia justru baru saja memulai membangun kerajaannya sendiri.
Dan itu,,kekal..selamanya...tanpa ada kata turun tahta,,mangkat atau semacamnya.

Anda tahu kenapa??

Karena sama sekali tak ada hukum perceraian dlm tatanan kehidupan Batak..!!

Berani melanggar,,get out of this kingdom..!!

Ketika pria Batak dianugerahi anak-anak,,itu adalah sesuatu yg paling penting dalam hidupnya.
MARANAK MARBORU (punya anak laki-laki dan perempuan),,itulah aset dari kebesaran kerajaannya kelak.

Tak salah jika lagu "Anakhon hi do hamoraon dia au" sangat disukai oleh orang-orang tua Batak.

Ok,,
Bagaimana sistem keRAJAan Batak ini bekerja..??
mari kita kupas saja bersama...

Semua itu berlandaskan pada 3 aturan pokok tatanan kekerabatan yg saya tuliskan di diatas..

"DALIHAN NATOLU"
1) Somba marhula-hula
2) Elek marboru
3) Manat merdongan tubu

Istilah "Dalihan natolu" sendiri diambil dari prinsip dapur kayu yg konon umumnya digunakan masyarakat Batak untuk memasak.
Tiga tungku batu sebagai dudukan periuk dalam memasak punya prinsip saling menguatkan,,saling meringankan,,saling menyempurnakan dan saling menstabilkan.
Mengapa tidak 2..4 atau lebih..??
Karena 3 saja cukup untuk menstabilkan periuk tanpa oleng,,walau pembuatnya tidak mengerti hukum keseimbangan.

Hehe..kalau saya fikir-fikir,,kompor gas itu gk cocok dipakai emak-emak Batak,,karena bantalan tungkunya ada empat,,,xixixixi

Untuk mengupas isi Dalihan Na Tolu ini akan lebih mudah jika dimulai dari yg nomer 3) Manat mardongan Tubu.
Karena pada hakikatnya..semua itu selalu dimulai dari Saudara-saudara kita.

Yoi,,Dongan Tubu itu artinya Saudara sedarah..sesilsilah..!

"Dongan Tubu"

(Saudara sesilsilah)

Konon,,diceritakan oleh para "Sisuan Bulu" (tetua tetua kampung),,sejarawan dan pemuka-pemuka adat Batak..Siraja Batak adalah menusia pertama dimuka bumi,,hasil perkawinan sepasang dewa dari Banua Ginjang (kahyangan) yg lahir di bumi karena pertikaian sesama para dewa sehingga orang tuanya mengungsi ke bumi..Tano Batak,,di kisaran Tapanuli Utara,Sumetera Utara.
Bukannya saya gk bisa menceritakan kisah ini.
Hanya saja cerita ini saya anggap bertentangan dgn keyakinan saya sbagai Mosleem..
jadi,,
hehehe...
pendek cerita..
Bermula-lah kerajaan Batak di muka Bumi ini.

Setiap kali SiRaja Batak ini dianugerahi anak laki-laki,,kelak anak-anak ini akan ditugaskan mencari lokasi untuk mereka membangun Huta (kampung),,sehingga menjadi besar dimana si anak laki-laki ini yg menjadi raja-nya.
Namanya,,akan menjadi nama dari kerajaannya.

Karena itulah,,di Toba kita banyak menemukan desa dgn nama nama Marga Batak yg kita kenal..

Saya hanya dapat mencontohkan silsilah saya pada point Dongan tubu ini,,karena saya kurang mengerti dgn Marga yg lain..(takut salah,,hehe)
Namun,,apapun Marganya,,mekanisme Dongan Tubu ini tetaplah sama.

Kita pendekin lagi crita Siraja Batak ini hingga ke "Siraja PANGGABEAN"

Siraja PANGGABEAN,,adalah anak dari Siraja Mangaloksa bin Siraja Hasibuan.

Mempunyai 3 orang saudara yakni,,Siraja Hutagalung,,Siraja Hutabarat dan Lumban Tobing.
Ke empat raja ini-lah yg dikenal dgn julukan SI OPAT HAPISORAN,,dan mempunyai kerajaan dgn teritorial sendiri-sendiri.
Hingga sekarang..keempat marga ini adalah Mardongan Tubu,,karena sejak berdirinya kerajaan-kerajaan mereka,,keempatnya dalah saudara dari tingkat generasi yg sama.
Dari merekalah Marga Hutagalung,,Hutabarat,,Panggabean dan Tobing bermula,,dan kemudian disebut No silsilah 1.

SiRaja Panggabean sendiri memiliki 3 orang anak yakni,,Simorangkir,,Lumbanratus dan Siagian.ketiga orang ini diebut Markahanggi,karena meraka adalah kakak beradik keturunan pertama dari Siraja Panggabean
Konon diceritakan,,Siagian ini-lah penerus tahta teritorial SiRaja Panggabean..di Paccur Napitu,,dan mendapat julukan SiRaja Panggabean II...(Jika ini salah bagi yg lebih mengerti,,dgn senang hati saya siap mempelajari lebih jauh..hehe)

Sedangkan kedua saudaranya membangun kerajaan mereka sendiri di tempat lain.

Saya,,lahir dari garis silsilah Siagian ini..pada tingkat generasi ke 16...di mana saat ini generasi ke 19 sudah lahir di sisi bumi yg lain.
Jika digabung dengan keturunan Lumbanratus,Simorangkir + seluruh silsilah Hutagalung,Hutabarat dan Lumban Tobing,,enteh sudah berapa jumlahnya.
Jika mau dihitung,,dgn rata anak laki-laki 3 orang saja..dari 19 genarasi sudah butuh kalkulator berdigit 12 untuk menampilkan hasilnya..!!
Belum lagi jika memperhitungkan prinsip umumnya orang Batak,,"banyak anak banyak rezeki" yg sangat bertentangan dgn program Keluarga Berencana produk pemerintahan Orde Baru...hahaha..

Bayangkan saja sob..sebanyak apa saudara saya...dan kepada setiap mereka itulah saya harus berhati-hati,,memahami,,tanggap akan setiap kondisinya..sesuai dgn isi Dalihan Na Tolu.

Andai anda memahami ikatan bathin yg mengalir dalam darah kami ..dan Marga-Marga Batak yg lain dgn saudara-saudara mereka,,,saya yakin..anda pasti mengatakan,,, "this is a BIGest Kingdom of the World"

Hanya saja,,untuk dapat melihat,,menyatakan,,dan membuktikan itu,,butuh dana dan pengorganisasian yg benar-benar mumpuni,,karena di zaman seperti sekarang ini,,kekuatan dan kebesaran keRAJAan Marga-Marga ini hanya terlihat pada pesta-pesta adat saja.

Pendirian Tugu-Tugu persatuan generasi pada satu titik silsilah itu misalnya.
Banyak yg gagal walau lebih banyak yg sukses.
Mengapa..??
Kalau saya yg harus menjawab,,saya hanya akan bilang,,efek dari globalisasi budaya yg tak terbendung.
Utamanya budaya barat yg jelas-jelas sangat bertolak belakang dgn norma-norma etika ketimuran.

Beeggghhhkkk...
Jd ngelantur fuang...heehehehh

Nah..itulah Dongan Tubu.
Pada diri saya,,siapa saja yg mengaku berMarga...
PANGGABEAN
HUTAGALUNG
HUTABARAT dan
TOBING..
Di muka bumi ini..dia adalah SAUDARA saya..DONGAN TUBU saya.,!!
Tentu saja hanya yg LAKI-LAKI...

What..???

Xixixi...Tenang dulu sista..
Ini bukan tentang Emansipasi Wanita...xixixixi

Karena para Wanita yg lahir dari Marga-Marga itu....adalah ANAK BORU saya..
(Point ke 2,, DALIHAN NA TOLU,,,do you remember that..???)

"Siraja parBoru"


Boru,,arti harfiahnya adalah Puteri..anak perempuan,,Prince,,kata orang barat..hehe
Namun,,dalam kajian tentang Dalihan Na Tolu ini,,bukanlah tentang putri-putri seperti Cleopatra atau Cinderella...

What....????

Hehe,,tenang dulu sista-sista..anda tetap sangat berperan dalam tulisan {ehh..salah} dalam sistem Adat Batak ini.Karena keberadaan kalianlah maka berdiri apa yg disebut Siraja Parboru.
Namun nama yg dipakai dalam kerajaan itu bukanlah nama anda,,melainkan nama dan marga dari pria yg dengan sangat berani,,gentleman dan bertanggungjawab MENIKAHIMU.

Mengapa..?

Karena RAJA itu pastinya adalah laki-laki.
Kalau perempuan mestinya adalah RATU.
dan Ratu,, tidak ada dalam kosa kata BATAK.,

Nahh,,kita contoh lagi ke saya,,{sperti saya tulis pada catatan RAJA episode sebelumnya,,gk berni pake contoh orang lain,,atut salah..hehe...}
punya saudara perempuan tiga,,
yg pertama dinikahi oleh Lae {sebutan bagi ipar] saya bermarga Simatupang.
Yg kedua sama Lae saya bermarga Hutabarat {lho kok bisa..?? bukannya mestinya mereka jg saudara..?? Ntar kalo ada lg kesempatan,saya akan jelaskan bagaimana hal seperti ini bisa terjadi]
dan yg ketiga gk pake marga,,karena beliau berasal dari daerah Tanjung Balai sana..Melayu Deli..dan yg pasti bukan suku batak.

sooo,,,
Siraja Parboru sayalah mereka yg mengaku bermarga Simatupang mardongan tubu,,Hutabarat mardongan tubu,,dan semua yg mengaku saudara dari Lae saya yg dari Tanjung Balai melayu Deli.

Dalam sistem adat batak ini,,Siraja Parboru ini dirangkum dari 3+1 tingkatan generasi.
Mulai dari Boru dari Oppung {kakek} saya,,Boru dari Ayah saya dan Boru saya sendiri,,+ Boru dari pernikahan anak perempuan saya..{mudah-mudahan ALLAH SWT memberi saya umur panjang agar sempat punya yg seperti ini,,AMIIN.....}

Boru dari Oppung saya disebut dengan Sihutti Appang,,yg dari ayah {Naimboru saya} disebut dgn Parsonduk.
Dan,, Siraja Parboru saya tadilah yg disebut dengan BORU.
Lalu menantu-menantu saya kelak akan disebut dengan Boru Tubu.

Seperti halnya saya dalam Mardongan Tubu,,dimana semua garis keturunan dalam silsilah adalah saudara,,maka semua keturunan laki-laki dari para Boru ini pun akan turut menjadi Boru saya {selama TIDAK terjadi pernikahan 'Narundut' seperti saudara perempuan saya yg kedua},,karena sekali lagi,,seperti halnya saya,,mereka pun juga punya keRaja-an sendiri sendiri.
Dan keturunan perempuan mereka yg menikah,,akan menjadi Bere saya.

Hehehe,,
Itu juga bisa menjadi suaaangat banyak jumlahnya.
Hmmm..SubhanALLAAH...

Kepeda mereka mereka ini,,Raja seprti saya kudu Berwelas asih,,dan selalu menjaga perasaannya agar jangan sampai tersinggung,,karena mereka adalah Sulu dinaholom,,Tukkot dinalandit [penerang dalam kegelapan,,dan menjadi tongkat dijalan licin]
artinya,,,
Mereka akan selalu siap menolong dan mendukung saya dalam keadaan apapun,,utamanya jika saya atau Dongan Tubu saya mengadakan pesta Adat.

Itu dia yg disebut : ELEK MARBORU

Setidaknya,,
begitulah yg dapat saya fahami...
hehehe...